Karangwuni, 23 September 2026 – Masjid Baitul Muslim menggelar Pengajian Akbar pada Rabu malam (23/9/2026) setelah pelaksanaan salat Isya. Pengajian menghadirkan Ustadz Aminudin Agung Nugroho sebagai penceramah dengan tema “6 Tahapan Menuntut Ilmu”.
Kegiatan pengajian diikuti oleh jamaah dan masyarakat dengan penuh antusias. Selain menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Aminudin Agung Nugroho menyampaikan bahwa menuntut ilmu merupakan proses yang perlu dilakukan secara bertahap dan tidak berhenti hanya pada memperoleh pengetahuan. Disampaikan enam tahapan penting dalam menuntut ilmu, yaitu:
- Niat
Menuntut ilmu hendaknya diawali dengan niat yang baik dan ikhlas. Ilmu yang dipelajari diharapkan dapat membawa kebaikan serta menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Mendengarkan/Membaca
Tahap selanjutnya adalah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, baik dengan mendengarkan kajian, nasihat dari guru dan ustadz maupun dengan membaca berbagai sumber ilmu yang bermanfaat.
- Memahami
Ilmu yang didengar atau dibaca perlu dipahami dengan baik. Pemahaman menjadi bagian penting agar ilmu tidak sekadar menjadi informasi, tetapi benar-benar dapat memberikan manfaat.
- Mengamalkan
Ilmu yang telah dipahami hendaknya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, ilmu akan semakin bernilai ketika diamalkan dan memberikan perubahan dalam perilaku.
- Menghafalkan
Ustadz Aminudin juga mengingatkan pentingnya menjaga ilmu yang telah dipelajari, salah satunya dengan menghafalkan bagian-bagian penting agar ilmu tersebut tetap melekat dan mudah diingat ketika dibutuhkan.
- Menyebarkan
Tahapan terakhir adalah menyampaikan dan menyebarkan ilmu yang telah dipelajari kepada orang lain. Dengan berbagi ilmu yang bermanfaat, seseorang dapat turut memberikan kebaikan bagi lingkungan dan masyarakat.
Melalui materi tersebut, jamaah diajak untuk tidak berhenti pada tahap mendengar atau mengetahui ilmu saja. Setiap ilmu yang diperoleh hendaknya dipahami, diamalkan, dijaga, dan kemudian dibagikan kepada sesama.
Pengajian berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh antusiasme hingga selesai. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh jamaah serta mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan semangat dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Niat yang baik, ilmu yang dipahami, diamalkan, dijaga, dan disebarkan akan menjadi bekal kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain.”